Ketahui Beragam Tindakan Medis untuk Mempercepat Persalinan di SehatQ.com

Tindakan medis

Persalinan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh semua ibu hamil. Tentu ada perasaan tidak sabar, cemas sekaligus berdebar-debar menanti kehadiran buah hati. Akan tetapi kadang ada saatnya tak berjalan lancar, beberapa wanita mengalami berbagai kesulitan saat akan melahirkan dan perlu Tindakan Medis.

Berbagai Tindakan Medis untuk Mempercepat Persalinan

Setiap wanita tentu mengalami masa kehamilan yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Begitu juga dengan persalinan, ada kalanya momen kelahiran bayi harus melewati waktu yang cukup panjang. Bahkan bisa sampai berhari-hari lamanya sehingga diperlukan penanganan medis khusus.

Lantas bagaimana SehatQ.com memberi penjelasannya?

Induksi

Induksi dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat persalinan dengan menggunakan obat maupun peralatan medis tertentu. Ini biasanya dilakukan ketika sudah waktunya tiba, namun si ibu tak kunjung merasakan kontraksi yang kuat secara berkala atau saat terjadi pecah ketuban sebelum waktunya.

Selain itu induksi juga biasanya dilakukan ketika muncul kondisi tertentu yang dapat membahayakan ibu dan bayi padahal belum ada pembukaan sama sekali. Misalkan pada kasus pre-eklampsia atau kehamilan beresiko (diabetes mellitus, darah tinggi) dan sebagainya.

Amniotomi

Amnion atau air ketuban merupakan cairan berwarna kekuningan yang terdapat di dalam selaput pembungkus bayi selama berada di uterus (rahim) ibu. Memiliki beberapa fungsi diantaranya: melindungi janin dari infeksi, cidera serta sebagai tempat tumbuh kembangnya.

Akan tetapi, pada kondisi tertentu, selaput air ketuban belum pecah ketika sudah terjadi pembukaan jalan lahir secara penuh. Sehingga diperlukan tindakan medis yaitu dengan merobek atau membuka kantung amnion atau disebut dengan amniotomi guna merangsang persalinan.

Episiotomi

Upaya medis lain untuk mempercepat proses persalinanĀ  ialah dengan episiotomi. Tindakan ini berupa bedah ringan dengan menyayat bagian yang terdapat di antara vagina dan anus. Gunanya adalah memperlebar jalan lahir untuk bayi sehingga dapat segera keluar.

Keputusan dalam melakukan episiotomi ini biasanya dilakukan oleh dokter ataupun bidan ketika kepala bayi terlalu besar untuk melewati jalan lahir (misalkan karena bobotnya di atas rata-rata) sehingga dapat menghindari robekan yang lebar atau tidak teratur serta pendarahan.

Dilatasi mekanik

Tujuan dilakukannya dilatasi mekanik adalah membuat serviks menjadi lebih lebar saat persalinan. Caranya yaitu dengan memasukkan semacam tabung tipis (kateter foley) ke dalam vagina kemudian tabung tersebut akan dialiri dengan air untuk mengembungkanĀ  balon yang ada di ujung tabung.

Dilatasi mekanik dilakukan ketika penggunaan oksitosin saat induksi persalinan tidak efektif (karena skor Bishop rendah) yang artinya jalan lahir belum juga matang. Dengan tindakan tersebut, serviks akan mengalami pematang sehingga siap untuk lahiran (biasa disebut cervical rippening).

Operasi caesar

Operasi Caesar adalah semacam bedah dengan membuat sayatan pada perut serta dinding rahim guna mengeluarkan janin yang sudah matang (di atas 28 minggu). Tindakan ini dilakukan dalam kondisi tidak memungkinkan adanya persalinan secara normal.

Misalkan saja saat kondisi bayi sungsang atau terlilit ari-ari, panggul ibu terlalu kecil, kembar lebih dari dua, kontraksi yang lemah, hingga bobot bayi di atas 4 kg. Beberapa tahun belakangan ini, operasi Caesar banyak dipilih wanita karena berbagai alasan medis maupun nonmedis.

Dengan adanya tindakan medis di atas, diharapkan agar ibu selamat dan bayi dapat lahir dengan sehat tanpa kurang suatu apapun. Untuk itu, diperlukan konsultasi secara mendalam dengan bidan atau dokter kandungan selama masa kehamilan hingga menjelang persalinan.

Tags: