5 Negara-negara Tujuan Jasa Ekspor Komoditi Utama

Ada beberapa negara-negara tujuan jasa ekspor yang seringkali dituju oleh pelanggan dalam mengirimkan produknya. Tentunya cara pemesanannya pun berbeda-beda disesuaikan dengan jenis barang, jarak tempuh hingga sistem keamanan selama proses pengiriman.

Lima Negara-Negara Tujuan Jasa Ekspor

Salah satu kegiatan jual beli yang tidak lepas hingga saat ini adalah ekspor dimana kini semakin berkembang pesat untuk memenuhi permintaan dari pelanggan di luar negeri. Indonesia sendiri memiliki beberapa negara sebagai tujuan utama untuk mengirimkan produk. Berikut ulasannya:

  1. Tiongkok

Tiongkok masih menjadi tujuan utama bagi Indonesia untuk melakukan ekspor. Komoditi terbesar yaitu bahan bakar mineral yang akan diperdagangkan yakni sebesar US$ 6,2 milyar. Angka ini sebanding dengan 22,35 dari total semua pengiriman barang dari pemerintah ke negara tersebut.

Sementara komoditas berikut yang menjadi permintaan terbesar kedua yaitu berupa minyak dan lemak hewan atau nabati sebesar US$ 3.6 miliar dari total keseluruhan ekspor mencapai US$ 27,9 miliar. Sayangnya adanya pandemic ini membuat permintaan barang dari Tiongkok menurun.

  1. Amerika Serikat

Indonesia sudah diketahui menjadi negara yang memiliki banyak sekali komoditas untuk jasa kirim barang ke luar negeri sebagai langkah peningkatan ekonomi. Salah satu tujuan eskpornya yaitu Amerika Serikat. Komoditi paling banyak diminta oleh USA adalah produk udang dalam keadaan beku atau diasap.

Komoditas berikutnya yang pasti menjadi permintaan utama adalah minyak dan lemak baik sudah dalam bentuk murni ataupun masih kasar. Ada juga produk berupa sepatu berbahan karet, plastic atau bulu hewan asli. Tidak lupa juga yakni furniture dengan material kayu untuk dapur, kantor dan rumah.

  1. Jepang

Kategori makanan menjadi komoditas utama yang akan diekspor ke Jepang. Salah satu produknya yaitu udang dimana hasil laut ini merupakan produk banyak diminati oleh pasar global. Sektor perikanan memang sering menerima permintaan dari negara itu mulai dari sarden, tuna, kepiting dan makarel. .

Sektor pertanian juga sering mendapatkan permintaan dari Jepang seperti komoditas padi, jagung, kentang, teh dan kacang. Sementara di hasil peternakan akan banyak mengirimkan berupa susu, sapi, babi, telur dan ayam. Berikutnya ada produk minyak kelapa sawit baik dalam bentuk fraksi atau kasar.

  1. India

India juga akan mengimpor banyak produk dari Indonesia. Komoditas utama yang akan diekspor adalah batubara baik sudah dihancurkan maupun masih dalam bentuk utuh termasuk berupa antrasit dan bituminous dimana telah mencapai angka USD 6.290.865. Begitu pun dengan minyak sawit mentah.

India memang cenderung lebih banyak mengimpor produk tambang dari Indonesia seperti batu bara, minyak mentah dan bijih tembaga. Negara ini sedikit meminta komoditas kategori makanan baik hasil pertanian, peternakan, perkebunan hingga perikanan seperti halnya Jepang dan Amerika Serikat. 

  1. Singapura

Negara tetangga ini juga nyatanya banyak menerima produk dari Indonesia dalam berbagai sektor. Tentu banyak orang menganggap bahwa Singapura memang memiliki perekonomian tinggi namun hal ini bukan menjadi alasan bagi pemerintahnya untuk tidak melakukan impor.

Kebanyakan komoditas yang akan diekspor ke Singapura ialah berupa logam seperti emas dan platinum. Ada juga produk petroleum seperti minyak mentah dan setengah jadi. Indonesia pun mengekspor beberapa furniture dari material kayu untuk berbagai keperluan.

Itulah tadi kelima negara-negara tujuan jasa eksport yang dijadikan prioritas utama oleh Indonesia lantaran mengajukan permintaan dalam jumlah banyak. Negeri ini memang seringkali mengirim berbagai komoditas ke luar negeri sesuai dengan permintaan.

Tags: